Kerukunan Umat Beragama di Indonesia pada tahun 2017 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan indeks Kerukunan Umat Beragama pada tahun 2016. Fakta ini diungkapakan pada diskusi publik Kerukunan Umat Beragama oleh Puslitbang Bimas Agama dan Kemenag. Penelitian ini mengatakan bahwa indeks Kerukunan Umat Beragama secara Nasional Tahun 2017 berada pada angka indeks Kerukunan Umat beragama 72,27 %Â atau turun dari indeks Kerukunan Umat Beragama tahun 2016 yang sebesar 75,47 %. Penelitian tersebut mengukur tiga indikator utama yaitu, (1) Toleransi (70,91%), (2) Kesetaraan (72,38%), (3) Kerjasama (73,51%). Meski turun namun indeks Kerukunan Umat Beragama di Indonesia masih dalam kategori baik.
Sebagai salah satu bentuk menjalin koordinasi antar Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi dan Daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Kalsel kembali mengadakan Rapat Koordinasi Daerah Tahun 2018. Seperti yang diketahui acara tersebut merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Forum yang anggotanya terdiri dari lintas agama itu.
Bertempat di Hotel Aria Barito Banjarmasin, acara itu diselenggarakan pada hari jumat tanggal 4 Mei s/d 6 Mei 2018. Ketua FKUB Kalsel, Mirhan, mengatakan FKUB harus mengantisipasi sejak dini jangan sampai terjadi konflik di tahun politik. “Yang kami ketahui suhu politik menjelang pemilu semakin memanas, terutama antar umat beragama. Untuk itu, kami berkumpul di sini untuk menyatukan suara agar mengatasi masalah itu,â€
Beliau juga mengatakan, FKUB perlu memperkuat organisasi lewat intensitas pertemuan dan diskusi, sehingga terjalin hubungan yang baik dan kerukunan saat Pemilu. Mirhan meminta FKUB di Kabupaten/Kota terus mensosialisasikan Peraturan Bersama Menteri (PBM) antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah Dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat.
Hadir dalam acara pembukaan rakorda tersebut Gubernur Kalsel yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Ir. Syamsir Rahman, MS. Dalam sambutan tertulis Gubernur Kalsel Beliau menyampaikan tentang survei kerukunan umat beragama di Indonesia. Dimana kerap ada beberapa faktor yang mempengaruhi indeks kerukunanan umat beragama tersebut. Beliau juga membuka Rakorda FKUB Kalsel 2018 secara resmi. Selain itu juga hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalsel Drs. Taufik Sugiono, MH.
Pada hari kedua jadwal selanjutnya ialah penyampaian materi oleh beberapa narasumber antara lain dari Polda Kalsel (AKBP Agus Wahyudi, SE) “Potensi Kerawanan Konflik Sosial & Politik Menjelang PILKADA dan PEMILU 2019 di Kalselâ€, Dari Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalsel (Drs. Taufik Sugiono, MH) “Sinergisitas Program Kesbangpol dalam memperkokoh Kerukunan Umat Beragama di Kalimantan Selatanâ€. Dari Kanwil Kemenag Prov Kalsel (Drs. H. Muslim, M.Pdi) “ Penguatan Peran Strategis Kemenag Dalam Regulasi dan Fasilitasi Kerukunan Umat Beragama di Kalselâ€, dan yang terakhir dari Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat (Dr. H. Muhammad Effendi, SH, MH) “Perhelatan Politik dan Implikasi Hukum Menghadapi Potensi Konflik Agama Menjelang Pilkada dan Pemilu 2019â€. (Kesbangpol)
KESBANGPOL PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR MARTAPURA