Koalisi jangan karena keterpaksaan

 

Koalisi partai politik (parpol) kemungkinan terbangun karena keterpaksaan. Hal demikian terjadi apabila parpol menentukan koalisi di menit terakhir.

Hal itu disampaikan pengamat politik dari Populi Center, Nico Harjanto dalam diskusi bertema “Koalisi Partai: Bagi-bagi Kekuasaan atau Efektifitas Kinerja Pemerintah?”, di Jakarta, Rabu (23/4).

“Koalisi berpeluang terbangun karena faktor keterpaksaan. Jika demikian, maka koalisi tidak berdasarkan perencanaan yang baik,” kata Nico.
Dia menjelaskan, sebuah kewajaran apabila parpol belum memastikan kepastian arah koalisi. Sebab, parpol-parpol menunggu calon wakil presiden (cawapres) yang bakal mendampingi calon presiden (capres) PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi).

“Koalisi bergerak kalau PDI-P deklarasikan Jokowi dan pasangannya (cawapres). Kalau enggak ada deklarasi, semua parpol bakal tunggu koalisi sampai menit terakhir,” ucapnya.

Dia menyesalkan apabila koalisi dibangun di penghubung batas pendaftaran capres dan cawapres. “Kita tidak akan berharap banyak terhadap pemerintahan mendatang jika koalisi karena faktor terpaksa,” pungkasnya.

Check Also

IRT KERATON MARTAPURA DISULUH NARKOTIKA DAN OBAT-OBAT TERLARANG

Peredaran narkoba saat ini tidak hanya berada di perkotaan, Narkoba juga telah beredar luas di …