PAMBAKAL, KETUA TP PKK DESA DAN BPD DISULUH PILKADA 2015

IMG_1943a IMG_1938aPambakal (kepala desa), Ketua Tim Penggerak PKK Desa, anggota BPD serta tokoh masyarakat lainnya di kecamatan Aluh Aluh mendapatkan sosialisasi tentang Pemilihan Kepala Daerah 2015, Senin (18/05) di aula kantor camat setempat. Sosialisasi berlangsung mulai pukul 10.00 wita dan berakhir sekitar pukul 13.00 wita ditandai makan bersama. Kegiatan ini dibuka dan ditutup secara resmi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar, Drs. Syahda Mariadi, M.Si.

Ketika membuka sosialiasi mengenai Pilkada serentak pada 9 Desember 2015, Kaban Kesbangpol Banjar mengatakan bahwa pelaksanaan pemilihan kepala daerah sesungguhnya telah dimulai yang ditandai dengan sosialisasi. Kegiatan ini menjadi peran dan tugas Komisi Pemilihan Umum Daerah Banjar. Badan Kesbangpol Banjar sesuai dengan anggaran yang tersedia turut membantu KPU Banjar berupa dukungan kelancaran Pemilu.

Dalam beberapa hari mendatang segala keuangan yang diperlukan KPU segera ditransper via rekening ke KPU Banjar sesuai tahapan dan aktivitas riil di lapangan. Saat ini pihak KPU mulai merekrut panitia adhoc yang ditandai seleksi tertulis.

Menurut Syahda pihaknya mewacanakan bahwa untuk keuangan ini Pemerintah Daerah Banjar telah menyiapkan selama dua tahun anggaran sebanyak 30 milyar untuk KPU, Panwaslu, TNI dan Polri. Polri sendiri ada dua, yaitu Polresta Banjar dan Polresta Banjarbaru, mengingat kecamatan Aluh Aluh dan Beruntung Baru menjadi wilayah hukum Polresta Banjarbaru.

Dikemukakan pula bahwa Badan Kesbangpol Banjar secara rutin mengundang Kepala Seksi Ketenteraman-Ketertiban (Kasi Transtib) kecamatan. Semua ini untuk bersaama-sama mewujudkan suasana ketenteraman dan ketertiban di wilayah kecamatan-kecamatan. Semua Kasi Transtib tetap diminta menjaga wilayah kecamatan masing-masing, sehingga secara keseluruhan akan tercipta suasana aman dan kondusif Kabupaten Banjar secara keseluruhan.

Gangguan keamanan bisa saja muncul sebagai akibat perbedaan etnis, suku, daerah, bahasa dan agama maupun perbedaan mengenai tata batas pertanahan. Inilah persoalan yang dimiliki kabupaten Banjar yang merupakan wilayah Indonesia.

Camat Aluh Aluh Suharto menginginkan pengalaman pemilihan umum pada 2014 lalu (Pileg dan Pilpres) kecamatan ini tetap terpelihara dengan kondisi yang aman dan kondusif. Pengalaman yang sudah terbukti ini hendaknya kita bantu lagi tugas-tugas Nasional Pilkada serentak 2015. Para pambakal tolong dibantu mencarikan relawan yang bersedia menjadi panitia pemungutan suara, ujarnya.

IMG_1969a IMG_1944aSosialiasi diawali dengan narasumber Kapolsek Aluh Aluh Polres Banjarbaru, AKP Sumardi yang menjelaskan Polres Banjarbaru Dalam Rangka Pengamanan Pilkada 2015. Menurut Kapolsek Aluh Aluh cukup aman dan kondusif, meskipun terdapat tindak pidana namun gangguan kamtibmas ada penurunan dibandingkan yang lalu. Kasus pidana pembunuhan sudah diputus, namun jika dirunut ke belakang ternyata asal terjadi kasus itu pelaku termasuk penggemar Zenith (peredaran narkoba). Pihaknya terus berupaya untuk mengurangi, kalau menghilangkan sama sekali sungguh suatu tugas yang berat sekali.

M. Safwani, SE selaku Komisioner KPU yang bertugas menyampaikan sosialisasi Pilkada Serentak 2015 lebih banyak menjelaskan mengenai demokrasi dan pilihan itu juga menyinggung mengenai perubahan-perubahan dari Perpu No. 1 Tahun 2014 diubah menjadi UU No. 1 Tahun 2015 dan terakhir diubah menjadi UU No 8 Tahun 2015.

Sebenarnya banyak baliho foto-foto yang tampak masih sendirian. Saat ini masih dibiayai oleh kandidat sendiri. Nanti jika sudah resmi mendaftar ke KPU dan ditetapkan sebagai pasangan, maka sudah menjadi bagian tanggung jawab KPU. Sebab resmi ditetapkan KPU.

Komandan Kodim 1006 Banjar diwakili Perwira Seksi Teritorial Kapten Kurmanto menyampaikan penjelasan tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara. Abdul Hasan seorang warga setempat menyampaikan pertanyaan, sekarang dalam kehidupan sehari-hari cinta tanah air ataupun kegotongroyongan sudah semakin menipis. Jauh beda sekali pada waktu masih ada penataran P4.

Narasumber terakhir (tambahan) berasal dari Kepala Bidang Ketahanan Seni Budaya, Ekonomi, Agama dan Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Banjar, Slamet Rianto, S.Sos memberikan pencerahan bagi peserta sosialisasi beberapa potong film animasi tentang semangat dan kerja keras. Terlebih lagi dewasa ini makin marak penyalahgunaan narkoba bagi kalangan anak-anak termasuk penyalahgunaan lem fox dan obat-obat lainnya yang masuk obat keras. (Kesbangpol)

Check Also

Generasi Muda Harus Mampu Melestarikan dan Mengembangkan Budaya Indonesia

Pelestarian Seni dan Budaya Merupakan Tanggung Jawab Bersama. Kebudayaan memegang peranan penting dalam kemajuan suatu …