Wujud bela Negara merupakan suatu tekad untuk penguatan karakter sebagai warga negara dalam menegakan kedaulatan negara juga sebagai revolusi mental dalam membangun daya tangkal bangsa dalam menghadapi ancaman dan wujud ketahanan Negara, demikian sambutan Wakil Bupati Banjar H.Saidi Mansyur pada Apel Kesadaran Nasional sekaligus memperingati hari Bela Negara ke 67 dan Hari Nusantara, senin, (19/12/2016) di Halaman Pemerintah Kabupaten Banjar.
              Lebih jauh ia mengatakan ada 4(empat) kebijakan prioritas dalam program kesadaran bela Negara. Pertama strategis pertahanan rakyat semesta artinya pertahanan Negara bukan semata-mata tugas & tanggung jawab TNI/Polri, tetapi tugas dan tanggung jawab dalam bentuk hak dan kewajiban setiap rakyat dan komponen bangsa dan Negara Indonesia. Kedua Peran Bela Negara dalam mengatasi ancaman terorisme dan radikalisme. Untuk itu perlunya program bela Negara memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang ideology Pancasila, kebhinekaan dan toleransi yang mampu menyentuh semua lapisan masyarakat.Ketiga keperdulian terhadap anak jalanan dan anak terlantar, dan Keempat kebijakan dalam menyiapkan generasi masa depan bangsa.
 Â
               Kemudian Tema yang diusung dalam memperingati hari bela Negara tahun 2016 ini adalah “Indonesiaku Tercinta, Kan Kubela Sepanjang Masa “ Ini diharapkan mampu menjadi media meningkatkan dan menggugah kesadaran bela Negara serta mewujudkan pembangunan karakter Bangsa Indonesia sebagai potensi dalam membangun system pertahanan Negara yang bersifat semesta.
        Apel kesadaran nasional sekaligus memperingati hari Bela Negara dan Hari Nusantara diakhiri dengan penyerahan penghargaan, hadiah/tropi, bantuan/bingkisan dan kartu BPJS oleh Bupati Banjar H.Khalillurrahman dan Wakil Bupati Banjar H. Saidi Mansyur (Kesbangpol)
KESBANGPOL PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR MARTAPURA