Tiga forum (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat FKDM, Forum Kerukunan Umat Beragama FKUB, dan Forum Pembauran Kebangsaan FPK) yang berada dalam pembinaan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar, Kamis kemarin (03/03) di aula Bersama menjalin silaturahim, sharing (berbagi informasi) sekaligus dialog dengan anggota dewan pembina. Selain tiga forum, juga turut hadir Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mendengarkan informasi yang belakangan menjadi persoalan di tengah kehidupan sehari-hari di kabupaten Banjar. Mengingat informasi yang berkembang dikhawatirkan memunculkan konflik bermuatan SARA di kabupaten Banjar.
     Silaturahim tiga forum (FKDM, FPK dan FKUB) Kamis itu menurut Syahda Mariadi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar dengan Kapolres dan Komandan Kodim 1006 Banjar, adalah semata-mata untuk saling menjalin silaturahim dengan Dewan Pembina. Kebetulan Kapolres Banjar diwakili Kepala Satuan Intelkam, yang dimaksudkan untuk memberikan informasi aktual yang terjadi di provinsi Kalsel. Terlebih sudah berkembang mengarah terjadinya konflik sosial. Kebetulan pula berita di media surat kabar pada hari itu, pelaku berhasil ditangkap pihak kepolisian.
     Badan Kesbangpol Banjar dewasa ini mengemban amanah pembantu Bupati. Keberadaan ke-tiga forum berkontribusi turut membantu tugas-tugas Badan Kesbangpol. Namum langsung maupun tidak langsung forum-forum memberikan kontribusi nyata dalam turut memberikan informasi-informasi kepada seuruh warga masyarakat sehingga terwujudlah kabupaten Banjar yang aman, tenteram, damai, dan kondusif. Semuanya telah memberikan kontribusi positif terhadap kepentingan TNI dan Polri dan Pemerintah Daerah Banjarâ€.
       Selain itu Syahda minta persetujuan dan kesepakatan dari semua forum untuk memastikan rencana berkunjung ke Kota Banjarmasin. Jadi tolong masing-masing forum membicarakan secara internal keberangkatan nantinya. Mudah-mudahan rencana ke luar daerah mendapatkan persetujuan pada saat perubahan APBD tahun ini jelasnya.
     Mayor Inf. Ranoviandi selaku Kepala Staf Kodfim 1006/Martapura (yang juga sebagai dewan pembina FKDM, FPK dan FKUB memberikan pencerahan berupa informasi yang patut diketahui dan ia juga memberikan apresiasi pertemuan sangat bagus yang dilaksanakan pihak Badan Kesbangpol. Tahun 2016 akan terjadi peristiwa alam gerhana matahari total. Kejadian gempa di Mentawai peristiwa alam gempa, dan semoga tidak menimbulkan korban. Saat ini masalah narkotika ternyata kondisinya lebih parah dari bahaya radikalisme dan terorisme.
      Keributan yang terjadi di Banjarmasin bisa saja menimbulkan SARA, gara-gara ulah oknum. Untung saja aparat kepolisian telah bertindak cepat dan semuanya nanti dijelaskan Kasat Intelkam Polres Banjar. Namun Kasdim 1006/Martapura mengingatkan peristiwa yang bakal berlangsung di kab. Banjar Pilkades serentak 2016.
       Kita sudah berpengalaman sejak Pileg, Pilpres dan Pilkada serentak 2015. Pilkades serentak 2016 nanti jangan berdesak-desakan. Tidak ada pengamanan seperti pelaksanaan pilkada namun pihak TNI maupun Polri tetap melaksanakan tugas rutin. Oleh karenanya Kasdim menghimbau kepada forum-forum dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa bisa mewaspadainya dan pilkades tahap pertama ini jangan dianggap enteng.
     Kepala Satuan Intelkam Polres Banjar AKP Asep Danu Hudaya juga memberikan informasi yang ditunggu-tunggu peserta pertemuan khususnya peristiwa yang terjadi di Banjarmasin. Mulanya adalah penganiayaan dan terbunuh murni pidana , tidak bermuatan SARA. Hanya ada informasi yang menggunakan media sosial jadilah menghebohkan. Berkat kerja keras dan profesional serta kerja sama yang baik akhirnya berhasil dibekuk pelaku penganiayaan di Sulawesi Selatan.
    Informasi pencerahan lainnya, semua forum betul-betul memberikan bantuan kepada tugas-tugas aparat (Kepolisian) berupa deteksi dini, informasi terhadap Kesbangpol atau Polres. Dalam waktu dekat (mungkin Mei 2016) diselenggaran Pilkades Serentak 2016 Tahap I. Rangkaian sudah dimulai bahkan ada yang sudah siap digelar.
     Kasat Intelkam juga menambahkan, operasional terminal Gambut. Kerawanan dimungkinkan karena Organda di km 6 yang pengurusnya tidak setuju.Operasional terminal berdasarkan SK Menhub dan bis AKAP masuk terminal di km 17. Kemudian yang patut diwaspadai semakin menurunnya harga karet. Perlu diwaspadai tambang emas ilegal di kecamatan Mataraman dan Astambul.(Kesbangpol)
KESBANGPOL PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR MARTAPURA