Tugas seorang kepala desa (pambakal) untuk tahun-tahun ini dan mendatang semakin berat terlebih ada beban amanah untuk merevitalisasi ekonomi masyarakat perdesaan. Jangan hanya terpukau maraknya pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2016 yang segera digelar dalam tahun ini. Kesempatan hari ini setidak-tidaknya membukakan wawasan untuk bekerja untuk kemaslahatan bersama.
        Hal itu dikemukakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Banjar, Syahda Mariadi saat membuka pertemuan yang bertajuk “Peran Kepala Desa Dalam Meningkatkan Unggulan Produk Daerah Kabupaten Banjar†Selasa (29/03) di aula Bersama Badan Kesbangpol Banjar. Hadir dalam acara pembukaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM serta Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dan akademisi dari Fakultas Ekonomibdan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.
        Dewasa ini kita ramai memperbincangkan keberadaan toko modern Alfamart dan Indomaret yang seolah-olah pesaing bagi keberadaan kios-kios milik masyarakat. Keberadaan toko modern itu patut dijadikan mitra berusaha bagi produk-produk perdesaan sepanjang bisa menjalin komunikasi dan kerja sama. Keberadaan toko modern bukan hanya ada di kota Martapura atau Banjarbaru, tetapi se-Kalsel. Misalkan di kabupaten Banjar ada satu desa mampu menghasilan satu produk (tentu menggunakan logo dan packing satu toko modern) berarti produk kita akan mengisi semua toko modern itu. Semua ini bagaimana pendekatan dan kerja sama yang patut djalin.
      Satu desa satu produk, semua memerlukan pembiayaan. Ini bisa merevittalisasi keberadaan BUMdes sesuai semangat UU tentang Desa. Jika masyarakat mau agar memperkuat keberadaan wadah koperasi. Misalnya di suatu desa terdapat banyak tanaman kelapa milik masyarakat. Dapat dikembangkan usaha pembuatan minyak kelapa tiap-tiap rumah penduduk, ataupun tanam jagung.
Â
        Berturut-turut sebagai nara sumber Ir. Agus Ibrahim Kepala Bidang Industri logam, mesin elektronik & Aneka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab. Banjar memaparkan Produk Unggulan Kabupaten Banjar. Yaitu Batu mulai dan Batu Permata, Batu Aji, Emas & Perak, Sulam Sugul, Sulam border, Manik-manik, Terbang/Hadrah, Arguci dan Sasirangan. Rudi Mulyadi, S.Pi Kabid pada Dinas Koperasi & UMKM Kab.Banjar memaparkan manajemen usaha, modal dan pemasaran.. Akhmad Syaufi, SKM Kasubid Usaha Ekonomi Masyarakat BPMPD Kab. Banjar, peran BUMdes dalam meningkatkan produk unggulan daerah.dan terakhir dari Akademisi FEB Unlam Dr.Hastin Umi Anisah,SE,MM. dengan materi Urgensi Peningkatan Keperdulian Masyarakat terhadap Produk Unggulan daerah
         Sebelumnya Kepala Bidang Ketahanan Seni Budaya, Ekonomi ,Agama dan Kemasyarakatan Badan Kesbangpol Banjar, Slamat Riyanto, S.Sos menginformasikan, kegiatan ini melibatkan pembakal dan penjabat pembakal sekitar 100 orang/desa. Pertemuan ini untuk membuka cakrawala bahwa Undang Undang Desa betul-betul terbuka. Apalagi kebijakan pemerintah yang menggariskan satu desa satu produk.
       Pambakal yang turut serta pada pertemuan itu masing-masing, Martapura kota 21 desa, Martapura Baratr 13 desa, Martapura Timur 20 desa, Kertak Hanyar 14 desa, Astambul 19 desa dan Gambut 13 desa. (KESBANGPOL)
KESBANGPOL PEMERINTAH KABUPATEN BANJAR MARTAPURA